Oleh: penajerami | 12 Oktober 2011

the power of subuh

kahlil gibran bilang, dalam kesunyian ada kebijaksanaan.
hmm…bisa dibenarkan.
so, di mana itu kensunyian? maka kita bicara soal tempat dan waktu.

dan bicara waktu. subuhlah waktu yang luar biasa.

ada kajian, bahwa otak dan badan di pagi hari, waktu subuh, ternyata luar biasa. selain dalam posisi rileks, tubuh dan otak mengembang. sehingga mudah untuk menerima respon apa pun.

bagi pelajar, subuh waktu tepat pembelajaran dan penghafalan.
bagi penulis, yang sebelumnya patah pena bisa lancar lagi menulis.
bagi kekasih, yang patah hati bisa lebih merenung menerima…hehehe

tak lupa. ada ahli mindset bilang, habis bangun tidur, berilah sugesti positif pada pikiran. agar sepanjang hari bisa optimis dijalani.

dan menurut periwayat hadis, para malaikat turun membawa rezki dan rahmat. dan masuk ke pintu2 rumah di pagi hari.

jadi, subuh adalah waktu yang nikmat. kesunyian, kejernihan pikiran, dan pintu rezki.

dan subuh ini, yo ayooo… pada bangun. jangan pada meringkuk ngiler. jangan pada mau kalah pada ayam jago yang sudah ramai berkokok dengan gagahnya. dan cepat2 bergegas ke pancuran ambil air wudlu.

emmmm… seger dan nikmat muka dibasuh air.

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

percakapan malam

malam dengan gelapnya mencekik,

ketika kau ditanya: waktu apa yang membuatmu begitu bergairah menulis?
aku jawab: seperti malam ini. betapa pucuk2 inspirasi bening tergambar di benak. tapi aku kadang disusupi pesimis!
tentang apa? tanya dia.

jawabku: kau tau aku sudah menulis banyak hal. aku tidak tau apa berbobot atau tidak. aku hanya…. ketika tulisanku tak dihargai penerbit, setidaknya aku sudah mendapat kenikmatan menulis.
itu sudah pikiran lurus: balas dia.

kami kemudian terdiam lama. seolah pikiran kami yang saling berdialog. (dua laki2 yang punya mimpi sama. mencoba meraba nasibnya sendiri2 dalam gelapnya malam).
jalanku mungkin tak sama dengan jalanmu: kata dia.

aku cuma mengangguk, mengiyakan.

lalu kami kembali membisu.

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

fiksi mini

DENDAM TERPENDAM.

“ini hadiah. sebuah pisau berburu yang cantik.” kataku.
“aku suka ujung matanya, melengkung runcing seperti taring.” jawab dia.

esoknya, ransel dikemasi, dan toyota hardtop landcruyser keluar garansi.
hutan eksotis. harimau katanya masih berkeliaran. medan berburu yang menantang.

tapi pulangnya. berita di koran menulis: kematian yang diakibatkan gigitan harimau. karena ditemukan jejak taringnya.
dengan dibumbuhi kata2 berbunga: pemburu yang gagah.

“huh, andai mayatku dapat berbicara!”

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

kisah pendek

aku makin muak saja lihat dia: kata dia.
masih benci yang sama, pada orang itu juga? :kataku.
iya. kau tau, lebaran kemarin aku sengaja untuk tidak menyalami maaf2an segala. toh bakal percuma. tapi ternyata dia yang mengulurkan tangan minta maaf duluan. dan bener, kan. habis lebaran sikapnya masih sama. menyakitkan. sekali lagi percuma lebaran maaf2an segala: ucap dia sengit.

ya… namanya juga lebaran. mengikuti “formalitas” saja. entah tulus atau tidak malu dipandang orang jika tidak: masih kataku.
itu saja waktu menjulurkan tangan matanya tidak melihatku. serasa betul diremehkan. huh… : tandasnya lagi.

lelah batinku terkurung dalam lingkungan kerja seperti ini. adanya diremehkan terus. toh semua sudah tahu kebusukan dia: masih gerutunya.
yah, sabar saja. kita tidak bisa membuat semua orang jadi baik pada kita. memang sudah begini rumusan hidup: aku coba menghiburnya.

~sama, sama nikmatnya menjaga persahabatan, menjaga permusuhan bagi sebagian orang juga mendapat kenikmatan tersendiri. hidup kadang memang rumit~

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

tentang seribu pena

tentang seribu pena.
kenapa harus seribu, kok tidak satu saja.
bukankah sepuluh jarimu hanya tiga jari yang bisa mantap memegang pena, kata orang heran.

yah, ini bukan soal 10 atau 1000.
ini soal lain.

bahkan ketika dunia fisik melampaui dunia batin, abstrak.
di sinilah aku bicara hakekat 1000.

kenapa 1 bisa memunculkan 1000.
kenapa 3 jari dengan 1 pena bisa berjumlah 1000.

jawabnya, adalah inspirasi.
pena itu benda konkret.
ide atau inspirasi itu abstraks.

di sinilah…
aku tidak akan merasa macet ideku, atau patah penaku.
karena aku masih punya 999 pena inspirasi.
so, seribu pena adalah seribu inspirasi, seribu hal yang bisa aku tuliskan.

pada akhirnya, semua soal motivasi.

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

hanya dua pilihan

hidup hanya ada dua pilihan,
hitam dan putih.
tapi kata orang, masih ada abu2.
tengah2 antara putih dan hitam.

tentang yang memilih abu2…
ada yang menyebut mereka plin~plan,
serupa para golput?
ah, itu cuma pilihan di dunia.
so, sah2 saja.
begitulah, selama manusia masih hidup, akal dan retorika memang kadang berbelit.

tapi ingat, tuhan hanya menciptakn surga dan neraka.
tak ada seumpama kaki kananmu di surga, lantas kaki kiri di neraka.

camkan itu.

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

dasar…!?

kupakai sarung,
kau katakan: terlalu nyantri.
ah, biarin!: balasku.
kutunjukkan KTP,
kau bilang: cuma islam KTP.

huh, dasar!! kujitak kepalamu.

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

bayangmu

aku berbicara tentangmu,
yang cuma jadi lamunanku.
dialognya pun berputar-putar di kepalaku.

ketika aku benar2 dihadapanmu,
mati kutu aku…

dan akhirnya, kau pun jadi milik dia.

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

bayang pagi dan bayang senja

ketika berdiri di pagi hari,
bayanganku memanjang ke barat.
ketika berdiri di senja hari,
bayanganku memanjang ke timur.
bisa dibayangkan suasana yang mengikuti di dua waktu itu.

aku paling suka puisi pagi dan senja,
keduanya memenuhi pikiran dan perasaan yang paling dalam.

kukira, ada puisi alam,
yang kata~kata pun seolah tak dapat melukiskanya.

biarlah keindahanya bermain dalam pikiran dan hati manusia.
tanpa diungkap dalam bahasa mana pun.

Oleh: penajerami | 10 Oktober 2011

logika tong kosong

‎”kamu itu tong kosong!” protesku.
“emang aku pikirin?!” cuekmu.
“dasar kepala batu.” cletukku.
“yee, tong kosong juga diperlukan. coba bagaimana jadinya jika terjadi kebakaran, mau mukul tong berisi? mana bunyi? mana orang2 mau pada datang? makanya kenthongan dibuat dengan dikosongkan biar bunyinya keras.” masih juga kilahmu.
“dasar, pandai bener memutar logika.” batinku.

“nah, itulah hebatnya tong kosong. mikir tanpa isi.”
eh ada cicak ikut jawab??!!

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.